SonicWall Tak Akan Perbaiki Dua Celah Kritis di GMS Lawas, Pengguna Diminta Migrasi

SonicWall memperingatkan pelanggan mengenai dua kerentanan keamanan yang ditemukan pada Global Management System (GMS), platform manajemen perangkat jaringan yang kini telah berstatus End-of-Life (EoL). Perusahaan memastikan tidak akan menerbitkan pembaruan keamanan untuk memperbaiki kedua celah tersebut.
Kerentanan ini berdampak pada SonicWall GMS versi 9.5.2 dan sebelumnya. Salah satu celah memungkinkan penyerang membaca file internal tanpa autentikasi, sedangkan celah lainnya membuka kemungkinan akses dan modifikasi informasi dalam database melalui serangan SQL injection.
Dalam pemberitahuan keamanan yang diterbitkan pada 3 November 2026, SonicWall menyatakan bahwa produk terdampak telah mencapai akhir masa dukungan. Karena itu, pengguna tidak akan menerima remediasi maupun pembaruan keamanan untuk kedua kerentanan tersebut.
Sebagai langkah penanganan, perusahaan mendorong organisasi yang masih menggunakan GMS untuk beralih ke SonicWall Network Security Manager (NSM).
Dua Kerentanan Mengancam Keamanan SonicWall GMS
Dua celah keamanan tersebut masing-masing tercatat sebagai CVE-2026-109593 dan CVE-2026-109594. Keduanya memiliki karakteristik serangan dan tingkat keparahan yang berbeda.
1. CVE-2026-109593 – Unauthenticated File Read
Kerentanan pertama memiliki skor CVSS 9.1 dan memungkinkan penyerang yang memiliki akses jaringan ke sistem GMS terdampak untuk membaca file internal tanpa harus melalui proses autentikasi.
Kondisi ini berpotensi menyebabkan informasi sensitif yang tersimpan dalam file internal sistem terekspos kepada pihak tidak berwenang.
Risikonya menjadi perhatian serius bagi organisasi yang menempatkan server GMS pada jaringan yang dapat dijangkau oleh pihak di luar lingkungan administrasi tepercaya.
2. CVE-2026-109594 – SQL Injection
Kerentanan kedua memiliki skor CVSS 6.8 dan berkaitan dengan serangan SQL injection setelah autentikasi.
Dalam kondisi tertentu, penyerang yang telah memiliki akses terautentikasi dapat mengakses atau mengubah informasi yang tersimpan dalam database GMS.
Berbeda dengan celah pertama, kerentanan ini membutuhkan autentikasi. Meski demikian, dampaknya tetap perlu diperhatikan, terutama jika akun administrator atau akun lain yang memiliki hak akses memadai berhasil disalahgunakan.
Kedua kerentanan tersebut memengaruhi GMS versi 9.5.2 dan sebelumnya.
SonicWall Tidak Akan Merilis Patch Keamanan
Keputusan SonicWall untuk tidak memperbaiki kedua kerentanan ini berkaitan langsung dengan status End-of-Life produk GMS.
Dalam advisori resminya, perusahaan menyatakan bahwa tidak ada remediasi maupun pembaruan keamanan yang akan dirilis untuk mengatasi masalah tersebut.
SonicWall merekomendasikan pelanggan untuk meningkatkan sistem manajemen mereka ke Network Security Manager (NSM), sebagai platform pengganti GMS.
Situasi ini menjadi pengingat bahwa penggunaan perangkat lunak yang telah melewati masa dukungan dapat menimbulkan risiko keamanan berkepanjangan. Ketika kerentanan baru ditemukan setelah produk mencapai EoL, pengguna mungkin tidak lagi memiliki opsi untuk memperoleh perbaikan resmi dari vendor.
Risiko Produk EoL Tidak Berhenti Setelah Dukungan Berakhir
Produk yang sudah mencapai End-of-Life tetap dapat beroperasi di lingkungan organisasi. Namun, berakhirnya dukungan keamanan membuat celah yang ditemukan setelah periode tersebut berpotensi tidak mendapatkan perbaikan.
Dalam kasus GMS, risiko tersebut perlu diperhatikan karena platform manajemen jaringan biasanya memiliki akses dan visibilitas terhadap perangkat yang dikelola. Kompromi terhadap sistem manajemen dapat memberikan penyerang peluang untuk memperoleh informasi yang seharusnya hanya tersedia bagi administrator.
Organisasi yang masih menjalankan GMS versi terdampak sebaiknya segera melakukan inventarisasi sistem, mengidentifikasi paparan jaringan, dan menyusun rencana migrasi.
Sebelum migrasi selesai, administrator juga disarankan untuk:
- Membatasi akses GMS hanya dari jaringan administrasi tepercaya.
- Menghindari paparan antarmuka manajemen secara langsung ke internet.
- Menempatkan server GMS dalam segmen jaringan yang terisolasi.
- Membatasi akun administrator dan menerapkan autentikasi multifaktor jika didukung.
- Memantau log untuk menemukan aktivitas akses file atau permintaan database yang tidak biasa.
- Mengevaluasi kredensial dan informasi sensitif yang mungkin tersimpan atau dapat diakses melalui server tersebut.
Langkah-langkah tersebut merupakan mitigasi sementara, bukan pengganti patch keamanan. Karena SonicWall tidak menyediakan perbaikan untuk kedua celah, migrasi ke platform yang masih didukung tetap menjadi tindakan utama.
Kerentanan SonicWall Lain Dilaporkan Telah Dieksploitasi
Pengungkapan dua celah GMS ini terjadi kurang dari sebulan setelah SonicWall merilis perbaikan untuk kerentanan berbeda, yaitu CVE-2026-102255 dengan skor CVSS 10.0.
Celah tersebut merupakan kerentanan server-side request forgery (SSRF) yang dapat dimanfaatkan tanpa autentikasi untuk menjangkau fungsi internal dan melakukan operasi tanpa izin.
Menurut laporan The Hacker News, kerentanan CVE-2026-102255 telah dieksploitasi secara aktif. Data telemetri dari Previdian mencatat 2.541 percobaan serangan yang berasal dari delapan alamat IP unik di Singapura dan Amerika Serikat sejak 9 Oktober 2026. Sebanyak 30 percobaan tercatat pada 3 November 2026.
Namun, status eksploitasi CVE-2026-102255 tersebut tidak boleh disamakan dengan dua kerentanan GMS yang baru diungkap. Belum ada konfirmasi dalam laporan tersebut bahwa CVE-2026-109593 maupun CVE-2026-109594 telah dieksploitasi secara aktif.
Bagi organisasi yang masih menggunakan SonicWall GMS, prioritas saat ini adalah memastikan apakah versi terdampak masih berjalan, membatasi akses ke sistem, dan mempercepat migrasi ke platform yang masih menerima pembaruan keamanan.



